Powered by Blogger.

Saturday, January 14, 2017

Nasyid-Generasi Harapan
Download Disini
Fisika (bahasa Yunani: φυσικός (fysikós), “alamiah”, dan φύσις (fýsis), “alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
Berikut ini sebagian contoh dari subtopik utama teori fisika:

Thursday, November 10, 2016

Kunjungan SDIT Al-Biruni

Foto Bersama Siswa Al-Biruni
Makassar, 31 Oktober 2016. Laboratorium IPA PGSD FIP UNM kedatangan tamu, yaitu Adik-adik Siswa SDIT Al-Biruni. Kedatangan mereka adalah dengan sebuah tujuan yang begitu mulia, yaitu untuk menuntut ilmu. Di Laboratorium IPA, asisten menyajikan dua Percobaan yang akan diberikan kepada siswa SDIT Al-Biruni, yaitu percobaan anatomi katak (bedah katak) dan percobaan listrik.

Monday, June 8, 2015

FINAL PRAKTIKUM KDI II



Final Praktikum KDI II
Laboratorium IPA telah mengadakan final praktikum yang diadakan tanggal 18-22 mei 2015, final praktikum bertempat di LAB IPA, konsep final kali ini ialah membuat media pembelajaran IPA yang dipresentasikan bersama kelompoknya.
Mahasiswa dibagikan Kopetensi dasar dan dari KD tersebut ia kembangkan menjadi suatu media pembelajaran yang inovatif, tahan lama, dan kreatif. Final praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dengan mengkaji suatu materi IPA , menumbuhkan kreativitas mahasiswa, menumbuhkan kerjasama sesama kelompoknya.
Setiap kelompok yang presentasi diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan medianya, dalam final tersebut yang menilai adalah 3 orang juri, berbagai macam media pembelajaran IPA telah terbentuk dari tangan-tangan kreatif mahasiswa PGSD FIP UNM ini, adapun beberapa foto yang sempat didokumentasikan saat presentasi media pembelanjaran IPA berlangsung.
               

Pengertian dan Rumus Tuas / Pengungkit



kali ini kami posting tentang salah satu dari pesawat sederhana yaitu tuas, moga bermanfaat :)

Tuas biasa juga disebut pengungkit. Tuas merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang paling banyak digunakan didalam kehidupan sehari hari. Tuas adalah salah satu pesawat sederhana yang digunakan untuk mengubah efek atau hasil dari suatu gaya. Tuas dibagi menjadi 3 macam yaitu :
      1.      Tuas Pertama


Tuas jenis pertama adalah tuas yang titik tumpunya terletak diantara titik beban dan titik kuasa. Contohnya : gunting, tang, neraca, dan jungkat jungkit.

BIDANG MIRING

BIDANG MIRING
Bidang miring ialah sebuah pesawat sederhana yang digunakan untuk memudahkan pemindahan suatu beban ke tempat yang lebih tinggi, dengan cara mendorong beban daripada dengan mengangkat beban itu. Dengan bidang miring, gaya yang diperlukan menjadi lebih kecil dan jarak perpindahan menjadi lebih besar. Misalkan seseorang akan memindahkan sebuah peti ke dalam truk setinggi h dengan bidang miring. Besar usaha yang diperlukan untuk memindahkan peti tersebut adalah berat beban (w) dikalikan dengan jarak yang harus ditempuh beban (h). Ternyata, orang tersebut tidak mampu mengangkat peti. Untuk memudahkannya, diambilnya papan sepanjang s, lalu dijadikan bidang miring. Jika gaya yang diberikan sebesar F, usahanya adalah F . S.

Sunday, December 28, 2014

Field Trip dan Penanaman Pohon

Alhamdulillah, akhirnya program Laboratorium IPA tentang Field Trip bertemakan “Back to Nature” telah terlaksana dengan baik tema dari kegiatan ini terinspirasi dari game Harvestmoon yang bergelut dalam bidan peternakan dan pertanian, dirangkaikan dengan program kerja yang lain yaitu Penanaman Pohon “Go Green”, kegiatan laboratorium IPA dilaksanakan pada tanggal 26-28 desember 2014, dan yang menjadi tempat kunjungan kami adalah Bantaeng tepatnya di Desa Bonto Marannu kecamatan Uluere.

taman